Keraton Yogyakarta

Keraton Yogyakarta

Siapa yang tak kenal dengan keraton yang satu ini? Keraton Yogyakarta ini memang menjadi salah satu objek wisata yang bernuansa budaya. Wisatawan akan disuguhi bangunan keraton yang berdiri kokoh dengan arsitektur khas Jawa beserta beberapa kebudayaan khasnya. Wisatawan tak hanya berasal dari dalam negeri saja namun juga luar negeri.

Tentang Keraton Yogyakarta

Keraton yang satu ini sudah berdiri sejak lama pada abad ke-18, tepatnya tahun 1775 Masehi pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono I. Titik lokasinya bukan main-main, sebab sudah didesain sedemikian rupa dengan pertimbangan filosofis mendalam. Bangunannya membentang dari utara ke selatan dan konon masih satu garis dengan gunung merapi dan laut kidul.

Letaknya berada diantara sungai Code dan Winongo yang dulunya merupakan rawa. Sedangkan, kompleksnya membentang luas bahkan mencapai 14 km persegi yang terdiri atas berbagai elemen dan bagian mulai dari istana utama, pintu gerbang, halaman, hingga tugu dan masih banyak lagi. Masing-masing bagian tersebut memiliki fungsi tersendiri dan sering menjadi tujuan wisata.

Halaman depan keraton seringkali disebut juga dengan alun-alun utara dan halaman belakang sebagai alun-alun selatan. Di beberapa sudut ataupun tengah halaman kompleks terdapat pohon besar yang usianya sudah cukup tua. Kemudian bagian terluar dipagari oleh tembok cukup besar dan kokoh sebagai benteng.

5 Daya Tarik Keraton Yogyakarta

Banyak wisatawan lokal maupun mancanegara yang mengunjungi atau sekedar singgah di Keraton Yogyakarta ini, entah itu dari kalangan pelajar, pecinta budaya, dan umum. Tentu saja hal itu disebabkan adanya berbagai daya tarik tersendiri, sebagaimana berikut:

1. Adanya pertunjukan khas Jawa

keraton-yogyakarta-01

Nyatanya komplek keraton bukan sekedar bangunan istana atau pesanggrahan, namun juga tersedia beberapa pertunjukan khas Jawa. Ada jadwal tersendiri mengenai pertunjukan tersebut seperti gamelan di hari senin selasa, wayang kulit pada hari sabtu, seni tari kamis dan minggu, puisi pada hari jumat, dan wayang golek di hari rabu.

Semuanya bisa Anda nikmati bahkan di sana ada pula warga luar yang mengikuti pertunjukan tersebut seperti gamelan dan tari. Dari situ pula pengunjung bisa belajar mengenai seni dan budaya khas Jawa.

2. Arsitektur keraton yang khas dan penuh filosof

keraton-yogyakarta-02

Keraton Yogyakarta memang didesain berdasarkan kosmologi Jawa yang penuh makna serta filosofi. Hal itu meliputi tata letak, arsitektur, hingga fungsi setiap bagiannya. Gaya arsitektur bangunan utama masih sangat kental dengan nuansa adat serta budaya Jawa, seperti halnya ukiran dan bahan dasar yang digunakan.

3. Bisa melihat langsung koleksi benda bersejarah dan unik

keraton-yogyakarta-03

Bukan hanya itu, bangunan keraton juga sangat kental dengan nuansa sejarah yang telah terjadi serta menyimpan makna tersendiri. Di sana tersimpan banyak gambar, foto, hingga catatan sejarah ataupun sastra yang diproduksi atau ditulis pada masanya. Hal itu bisa dinikmati oleh wisatawan, namun seringkali bagi kalangan pelajar atau peneliti.

4. Saat tertentu bisa menyaksikan upacara adat maupun agama

keraton-yogyakarta-04

Kompleks keraton ini selalu menjadi lokasi upacara adat maupun keagamaan seperti halnya Grebeg Ramadhan dan Syawal, upacara sekaten pada bulan rabiul awal sebagai peringatan maulid Nabi, hingga upacara siraman untuk benda pusaka. Perayaan tersebut dilakukan sangat meriah, dihadiri banyak tokoh dan menghadirkan banyak kebudayaan khas Jawa.

5. Lokasinya dekat dengan pusat cinderamata

keraton-yogyakarta-05

Tentu saja di sekitar keraton banyak pedagang oleh-oleh atau cinderamata baik berupa jajanan pernak-pernik, pakaian, dan lainnya. Selain itu juga ada banyak warung ataupun restoran yang menyediakan kuliner khas Jogja macam gudeg untuk memanjakan lidah para wisatawan yang mampir atau berkunjung ke Keraton Yogyakarta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Ada yang bisa saya bantu?